Kamis, 02 Juli 2015

Apakah Demam Merupakan Penyakit Atau Bukan dan Dipandang Dari Sudut Agama ?

demam
Demam
Demam bukan termasuk kategori penyakit atau bahkan penyakit menular, akan tetapi demam sangat merepotkan bila tidak diatasi dengan baik. Demam juga bisa merupakan tanda bahwa kita menderita penyakit tertentu. Karena itu, demam merupakan alat pemberitahu atau sinyal bahwa dalam tubuh ada masalah. Berikut pemaparannya tentang demam

Biasanya penyebab demam sudah bisa diketahui dalam waktu satu atau dua hari. Kalau kita menduga penyebabnya bukan penyakit karena virus, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Berikut beberapa penyebab umum timbulnya demam:
1. Adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih (sering buang air kecil atau buang air kecil disertai rasa pedih), infeksi streptokokus pada tenggorokan (sering kali disertai dengan radang tenggorokan), infeksi sinus (rasa sakit di atas atau di bawah kedua mata), dan abses gigi (bengkak di bagian mulut).

2. Infeksi mononucleosis yang disertai rasa lelah.

3. Tertular suatu penyakit saat Anda berada di luar negeri.

4. Kelelahan karena kepanasan atau terbakar sinar matahari hebat.

Nah, jika Anda mengalami gejala seperti itu dan akhirnya timbul demam, tak ada salahnya Anda melakukan hal-hal berikut ini:

 1. Kenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.
Pakaian tebal dan selimut akan menaikkan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang.

2. Istirahatlah di rumah di ruangan dengan ventilasi yang baik.
Gunakan kipas angin atau alat pendingin udara.

3. Minumlah banyak air putih, sari buah, susu, atau sup bening.
Minuman dingin akan membantu menurunkan suhu tubuh. Cara mudah untuk mengetahui apakah sudah cukup minum atau tidak adalah dengan melihat urin berwarna terang ataukah kuning tua. Kalau berwarna terang, pertanda sudah cukup minum.

4. Usahakan makan seperti biasa meskipun nafsu berkurang.
Bila tidak mau makan, tubuh akan lemah.

5. Periksalah suhu tubuh setiap empat jam sekali.
Janganlah makan atau minum selama setengah jam sebelum suhu tubuh diukur karena hasilnya tidak tepat. Cara terbaik mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer yang dapat dibeli di apotek.

6. Yang terakhir, kompreslah tubuh dengan kain basah.
Tidak hanya pada bagian kepala saja, tetapi juga seluruh tubuh. Tindakan ini akan membantu menurunkan suhu tubuh.
 
Demam itu adalah penyakit yang menyebabkan suhu tubuh melebihi suhu normal. Jika demikian tidak ada siapa pun yang tidak pernah merasa demam, Akan tetapi apakah fakta penyakit demam itu dan bagaimana dipandang dari sudut agama dan apakah ada hikmahnya?

Fakta Demam

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiallahu anhuma mengatakan yang artinya:

"Demam berasal dari panasnya api neraka yang mendidih, maka padamkanlah ia dengan air". (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu anha dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Demam adalah dari panas api neraka yang mendidih, dari itu dinginkanlah ia dengan air". (HR Muslim)

Dalam kitab Umdah Al-Qari menyebutkan bahwa panas yang lahir dari tubuh orang yang demam itu adalah sepotong dari panas api neraka. Allah telah mengayomi pada diri orang yang demam itu dengan alasan tertentu agar dia mengambil iktibar darinya, sebagaimana Allah telah mengungkapkan berbagai jenis kegembiraan dan kenikmatan yang berasal dari nikmat-nikmat surga untuk menjadi pelajaran dan petunjuk baginya.

Sebagian ulama berpendapat bahwa apa yang dimaksudkan dengan panas api neraka di sini adalah satu perumpamaan antara panas orang yang demam dengan panas api neraka sebagai peringatan kepada diri manusia betapa panasnya api neraka. Namun pendapat ini disanggah oleh Ath-Thayyibi dengan mengatakan bahwa ia tidak cocok untuk dijadikan sebagai perumpamaan, bahkan demam itu memang lahir atau berasal dari panas api neraka sedari mula atau sebagian dari hembusan api neraka.

Adapun maksud "mendinginkannya dengan air" itu menurut Ibnu Al-Ambari adalah bersedekah dengan air, karena ada riwayat mengatakan bahwa sedekah yang paling afdhal itu adalah memberi minum air.

Mengeluh Dan Mengeluh Karena Demam

Memang tidak dipungkiri bahwa ada setengah orang mengeluh karena demam atau mengerang karena kesakitan. Apakah perbuatan ini diharuskan dalam agama?

Sebenarnya kita tidak dilarang untuk mengadu atau mengeluh kesakitan kita kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Apa yang dilarang adalah kita mengeluh dan mengadukannya kepada orang lain sesama manusia. Nabi Shallallahu alaihi wasallam sendiri, para sahabat dan pengikut-pengikut mereka, pernah mengadukan kesakitan mereka. Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri sewaktu sahabat-sahabatnya datang ke rumahnya, mereka menemukannya sedang mengadukan sakit giginya kepada Allah Subhanahu Wa Taala dengan berkata yang artinya:

Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah yang lebih mengasihani dari (yang lain) yang mengasihani.

Adapun yang dimaksud dengan larangan mengadukan kesakitan kepada sesama manusia itu adalah mengadukannya dengan cara merasa jemu dan benci dengan penyakit itu. Akan tetapi jika seseorang memberitahu atau menceritakan penyakitnya kepada teman-temannya sehingga mereka dapat mendoakannya sembuh, maka dalam hal ini tidaklah menjadi satu kesalahan. Begitu juga jika seseorang itu mengeluh karena sakit, tetapi keluhannya itu bisa mendatangkan istirahat kepadanya atau bisa meredakan kesakitannya, maka tidaklah juga menjadi apa-apa.

Mencaci-maki Demam

Selaku seorang muslim yang beriman, harus memiliki sifat sabar dan tidak mengeluh ketika ditimpa demam. Orang yang tidak memiliki sifat sabar saat ditimpa demam, mungkin tidak akan dapat mengontrol dirinya dari mencaci maki penyakit ini, sedangkan kita dilarang melakukannya oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Ini bersandarkan kepada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir Radhiallahu anhu yang maksudnya:

"Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah berkunjung ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musayyab, lalu beliau bersabda:

"Apa halnya engkau wahai Ummu Saib atau Ummu Musayyab menggigil?

Dia menjawab: "Demam, semoga Allah tidak memberikan berkat kepadanya".

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Jangan engkau memaki penyakit demam, karena dia menghilangkan kesalahan Bani Adam (manusia) sebagaimana landasan (tukang besi) menghilangkan kotoran (karat) besi".

(HR Muslim)

Begitulah, segala apapun yang datang dari Allah, baik berupa rahmat, harus kita syukuri, atau berupa musibah, maka hendaklah kita sabar menempuhinya.

Demam Penebus Dosa

Sebenarnya larangan mencaci maki demam itu memiliki rahasia atau hikmat tertentu yang wajar kita ketahui dan ingat.

Begitu juga hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir Radhiallahu anhu yang disebutkan sebelum ini, memiliki maksud yang sama. Jelasnya, kedua hadits ini menjelaskan bahwa demam yang menimpa seseorang itu dapat menghapus dosa-dosanya yang telah lalu.

Jadi, ditimpa demam itu adalah sesuatu yang menguntungkan, karena ia menghapus dosa, dan yang lain, ia akan memantapkan keimanan.




sumber: detik islam, tribun

0 komentar:

Posting Komentar

Menerima:
>Saran
>Keritikan