Kamis, 02 Juli 2015

Akibat Tidur Setalah Sahur Atau Makan Pagi

Tidur setelah sahur
Salah satu sunnah puasa ialah mengakhirkan makan sahur, di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat yang merupakan generasi pertama umat Islam tersebut tidak tidur setelah sahur. Tentunya hal ini sangat bertolak belakang di jaman sekarang yang serba modern ini, kebanyak orang merasa ngantuk dan mempercepat makan sahur kemudian tidur kembali akibatnya sering terlambat untuk mengerjakan shalat subuh, bangun kesiangan, selain itu ternyata tidur setelah sahur tidak baik untuk kesehatan dari segi medis . Berikut penyebab/akibat kenapa seseorang tidak dianjurkan kembali setelah makan sahur.

1. Gangguan lambung / asam lambung. Setelah mengambil makanan (termasuk sahur), sistem pencernaan membutuhkan beberapa waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut. Ketika seseorang tidur setelah makan (sahur), lebih-lebih lagi dalam posisi terlentang, pencernaan melambat atau sulit bekerja. Akibatnya, timbullah nyeri di ulu hati dan panas yang menyebar ke dada dan tenggorokan karena peningkatan asam lambung.

2. Terjadinya refluks. Merupakan penyakit yang timbul akibat kelemahan dari katup antara perut dan kerongkongan. Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala berupa rasa terbakar di dada. Di antara tanda refluks adalah ketika seseorang bangun dari tidur setelah sahur ia merasakan kerongkongannya panas dan mulutnya terasa pahit. Para dokter menyarankan jeda waktu antara makan dan tidur adalah dua jam. Namun sunnah Rasulullah lebih lama lagi. Dia dan para sahabatnya biasa mengisi waktu setelah sahur dengan shalat atau dzikir dan setelah Subuh berdzikir sampai matahari terbit. Untuk tidur sejenak, mereka memilih waktu siang yang dikenal dengan istilah qailulah.

3. terserang stroke. Tidur setelah sahur terpercaya meningkatkan risiko terkena stroke. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur memiliki risiko yang paling rendah terkena stroke. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki jeda paling singkat antara makan dan tidur memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke.

4, sakit kepala. Jika kita tidur setelah shalat subuh, dan ketika bangun bagian leher akan terasa sakit dan kaku, bahkan kadang-kadang bukan kesegaran yang didapat, namun sebaliknya. Lalu akan terasa sakit kepala bagian atas atau kepala bagian belakang. Itulah hal mudhorat yang diperoleh jika Anda tidur lagi usai sahur atau menjelang pagi. Menurut sebuah hasil penelitian, tidur pagi menyebabkan serebrospinal bergerak ke otak. Inilah yang menimbulkan sakit di kepala.

5. Selain berbahaya dari segi kesehatan, tidur setelah sahur membuat terhalangnya pintu rezeki, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, bahwasannya Rasulullah bersabda "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." Dalam hadis tersebut Rasulullah mendoakan keberkahan bagi umatnya yang bangun di pagi hari. Sebaliknya, doa itu mengisyaratkan bagi mereka yang tidur lagi setelah Subuh, mereka akan kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam doa Nabi. Keberkatan dalam ayat ini memiliki makna yang luas. Secara umum maknanya adalah bertambahnya kebaikan. Bentuknya bisa macam-macam, misalnya bisnisnya berhasil sehingga dapat banyak berinfak atau karirnya meningkat sehingga mudah bersedekah.

6. Dan yang terakhir, menjadi malas dan Kehilangan semangat. Biasanya ketika tidur setelah sahur atau menjelang pagi, tubuh akan terasa lemas dan kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas. Mood juga akan berubah jadi buruk. Ketika kondisi hati sedang buruk, otomatis akan tergambar dari garis wajah. Wajah akan terlihat pucat. Maka sebaiknya Mengisi waktu pagi setelah Subuh dengan ibadah, berzikir, membaca Al-Qur'an atau dapat juga Anda gunakan waktu pagi Anda untuk membersihkan rumah. Bisa di pastikan waktu akan datang, Anda akan terlihat lebih segar dan bersemangat. Baik secara medis maupun secara ruhiyah.

Jika dari segi medis dan non medis menunjukkan demikian bahayanya tidur setelah sahur,semakin menambah keyakinan bahwa sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Hal-hal ini juga semakin menguatkan kebenaran Islam.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –masih dalam Zaadul Ma’ad- pun mengatakan: “Empat hal yang menghalangi datangnya rezeki adalah tidur di waktu pagi, sedikit shalat, malas-malasan dan berkhianat.”

0 komentar:

Posting Komentar

Menerima:
>Saran
>Keritikan